Blogger Widgets PSYCHOLOGY - KBK FILSAFAT

Senin, 22 September 2014

Pertemuan V - silogisme dan kesesatan pemikiran

Senin, 22 September 2014

Hai teman-teman, saya akan mencoba berbagi ilmu mengenai apa yang saya pelajari hari ini . Saya akan memberikan beberapa materi tentang silogisme dan kesesatan pemikiran. 

pertama-tama saya akan menjelaskan tentang silogisme.. 



apa itu silogisme?
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan (premis2) disimpulkan suatu putusan yg baru.
Prinsip yang digunakan adalah premis benar, maka simpulannya benar.

Dua macam silogisme:

Silogisme Kategoris
Artinya : Silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan tanpa syarat).

Contohnya :
M-P
S-M
jadi , S-P
Perbuatan jahat itu haram
Membunuh adalah perbuatan jahat
Maka , Membunuh itu haram.

-Silogisme Kategoris tunggal : mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S,P,M.

Bentuk-bentuk dari silogisme kategoris tunggal :
1. M adalah S dalam premis mayor dan P dalam premis minor. Aturan : premis minor harus sebagai pengasan, sedang premis mayor bersifat umum.
Misalny
Setiap manusia butuh makan (mayor)
Andi adalah manusia (minor)
Maka , Andi butuh makan (simpulan)

2. M jadi P dalam premis mayor dan minor. Aturan : Salah satu premis harus negatif. Premis mayor bersifat umum
Misalnya :
Semua harimau makan daging (mayor)
Monyet tidak makan daging (minor)
Makan , Harimau bukan monyet (simpulan)

3. M Menjadi S dalam premis mayor dan minor. Aturan: premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
Misalnya:
Semua manusia butuh pendidikan (mayor)
Ada manusia yang ekonominya lemah (minor)
Makan , sebagian manusia yang ekonominya lemah butuh pendidikan (simpulan)

4. M adalah P dalam premis mayor dan S dalam premis minor. Aturan : premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
Misalnya:
Futsal adalah aktivitas olahraga (mayor)
Semua olahraga mengandung resiko (minor)
Maka , sebagian yang mengandung resiko adalah futsal (simpulan)

-Silogisme kategoris majemuk : bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.

Jenis-jenis dari silogisme kategoris majemuk :
1.Epicherema
Silogisme yang salah satu/kedua premisnya disertai alasan.
Contohnya :
Semua furniture mutu adalah furniture mahal, karena sukar pembuatannya dan awet
Informa adalah furniture yang baik, karena awet dan bagus bahan untuk membuatnya.
Jadi, Informa adalah furniture mahal.

2.Enthymema
Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara eksplisit. Salah satu premis/simpulannya dilampaui, disebut juga silogisme yang disingkat.
Contohnya :
(Versi singkat) Jiwa manusia adalah rohani. Jadi, tidak akan mati .
(Versi lengkap)
Yang rohani itu tidak akan dapat mati.
Jiwa manusia adalah rohani
Maka, jiwa manusia tidak akan dapat mati.

3.Polisilogisme
Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk silogisme lainnya.
Contohnya :
Seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki, merasa tidak puas.
Seorang yang rakus adalah seseorang yang menginginkan lebih dari yang dimiliki.
Jadi, seorang yang rakus merasa tidak puas
Seorang yang kikir merasa tidak puas. Budi adalah seorang yang kikir. Maka, Budi merasa tidak puas.

4.Sorites
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan-putusan itu dihubungkan satu sama lain sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
Contohnya :
Orang yang jago dalam olahraga, adalah orang yang rajin dalam latihan berolahraga.
Seorang yang rajin dalam latihan berolahraga , adalah seorang atlet.
Seorang atlet ,dapat mengharumkan nama bangsanya. Jadi, Orang yang jago dalam olahraga, dapat mengharumkan nama bangsanya.

(Sumber : Power Point dosen kbk filsafat materi pertemuan ke-5)

Sekian penjelasan mengenai silogisme, cukup mudah kan? Semoga dapat bermanfaat bagi kita dan dapat menambah pengetahuan kita..
sekarang kita pelajari mengenai kesesatan pemikiran..


Apa itu kesesatan pemikiran? 
Pasti banyak dari kita yang mempertanyakan apa maksud dari kata "kesesatan pemikiran" 
Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari penjelasan-penjelasan di bawah ini 

Kesesatan pemikiran (FALLACIA)

FALLACIA
Adalah kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
Contohnya : Presiden John F. Kennedy lahir di Indonesia , lalu baru pindah ke Amerika waktu umur 10 tahun.

Klasifikasi kesesatan dibagi menjadi dua, yaitu :
-Kesesatan Formal
Pelanggaran terhadap kaidah logika.
Contohnya :
Semua penodong berwajah seram. Semua pengamen berawajah seram. Maka, semua pengamen adalah penodong.

-Kesesatan Informal
Menyangkut kesesatan dalam bahasa. Misalkan kesesatan Diksi
Contohnya :
1.Menempatkan kata depan yang keliru
Kepada para hadirin sekalian , di persilahkan untuk maju kedepan.
Seharusnya kepadanya di hilangkan saja.

2.Mengacau posisi subjek atau predikat
Karena tidak mengerjakan PR, guru memarahi anak itu.
Seharusnya Karena anak itu tidak mengerjakan PR, guru memarahinya.

3.Ungkapan yang keliru
Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
Seharusnya Minggu yang lalu , polisi berhasil meringkus pencuri kawakan itu.

4.Amfiboli(Sesat karena struktur kalimat bercabang)
Anto anak bu Lasmi yang hilang ingatan itu kabur dari rumah.

5.Kesesatan aksen/prodi (sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan)
Misalkan ada aturan 'anda dilarang ganggu istri tetangga'. Nah pak budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu istrinya.

6.Kesesatan bentuk pembicaraan , sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain
Misalkan bersepeda artinya memakai sepeda , berpakaian artinya memakai pakaian , maka beristeri artinya memakai isteri.

7.Kesesatan aksiden yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.
Misalkan sawo matang adalah warna . Orang Indonesia itu sawo matang . Maka, orang Indonesia adalah warna.

8.Kesesatan karena alasan yang salah : konklusi di tarik dari premis yang tak relevan.

Kesesatan presumsi

1. Generalisasi tergesa-gesa
Misalkan : Orang jawa suaranya lembut

2.Non Sequitur (belum tentu)
Misalkan : Memang beberapa hari lalu saya tidak lulus karena saya berdebat dengan dosen.

3.Analogi palsu
Misalkan : Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan peliharaan bahagia dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makanan.

4.Penalaran melingkar(Petito principii)
Misalkan : Manusia selamat karena diselamatkan , ia diselamatkan karena ia selamat

5.Deduksi cacat
Misalkan : Barangsiapa suka memberikan sumbangan, maka dia pasti orang baik. Anto pasti orang baik.

6.Pikiran simplitis
Misalkan : Karena ia tidak beragama, maka pasti dia tidak bermoral.

Menghindari persoalan

1.Argumentum ad hominem
Misalkan : Jangan percaya apa yang dia katakan , karena dia mantan psk.

2.Argumentum ad populum
Misalkan : Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka partai Nasdem adalah partai masa depan kita

3.Argumentum ad misericordiam
Misalkan : Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan

4.Argumentum ad baculum
Misalkan : Karena berbeda pendapat, suka meneror orang lain.

5.Argumentum ad auctoritatem
Misalkan : Mengutip pendepat Freud mengenai psikoanalisa

6.Argumentum ad ignorantiam
Misalkan : Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.

7.Argumen untuk keuntungan seseorang
Misalkan : Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi itu mau jadi istrinya yang ke 10.

8.Non Causa, Pro Causa
Misalkan : Orang sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.

Kesesatan retoris 

1.Eufemisme/disfemisme
Pembangkana yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangi maka disebut anggota pemberontak.

2.Penjelasan retorik
Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal

3.Streotipe
Orang jawa penyabar, orang padang jago masak.

4.Innuendo
Saya tidak mengatakan makanan itu tidak enak , tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.

5.Loading question
Apakah anda masih merokok?

6.Weaseler
Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan

7.Downplay
Jangan anggap serius omongannya karena dia hanya buruh bangunan

8.Lelucon/sindiran

9.Hiperbola
Memperbesar-besarkan. Contohnya : Rumahnya besar sekali seperti gunung.

10. Pengandaian bukti

11.Dilema semu
Tamu yang menolak kopi, langsung disungguhi kopi. Jangan menawarkan orang dengan 2 jenis saja , itu akan membuat orang menjadi dilema semu.

(Sumber: Power Point dosen kbk filsafat Materi ke-V)

Sekian materi untuk hari ini, cukup mudah sekali bukan? Kalau ada pertanyaan atau mau menambahkan penjelasan silahkan memberikan komentar di blog saya ini.. 
Saya harap materi hari ini dapat mudah dimengerti oleh para pembaca sekalian..




Minggu, 21 September 2014

Pertemuan IV (sesi 4) - berpikir kritis

hai teman-teman. saya akan berbagi ilmu mengenai "berpikir kritis" 
kadang kalau kita sedang berpikir keras kita sering menyebutnya dengan berpikir kritis. Tapi apa kalian tau arti sesungguhnya dari berpikir kritis? mari kita pelajari lagi lebih mendalam tentang apa itu berpikir kritis.


Berpikir Kritis

Berpikir kritis merasionalisasikan kehidupan manusia dan secara hati-hati mengamati proses berpikir sebagai dasar untuk memperbaiki kita tentang sesuatu. (Chaffee, 1990)

Berpikir kritis adalah pengamatan atas sesuatu asumsi dengan bukti terbaru dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru. (Strader, 1992)

Karakteristik berpikir kritis, yaitu:
1. Rasional, Reasonable, Reflektif
    Berdasarkan alasan-alasan dan bukti-bukti, pemikir kritis tidak melompat pada kesimpulan. Contohnya Adinda, memutuskan untuk menjadi perawat setelah menonton film yang menunjukkan perawat sebagai seseorang yang menarik dan heroik. Namun, Valen berpikir kritis sehingga dia mencari informasi ke konselor tentang pekerjaan seorang perawat. Setelah memperoleh penimbangan fakta-fakta, Valem memutuskan sekolah keperawatan.
2. Melibatkan Skepticism yang Sehat dan Konstruktif
    Tidak menerima ide-ide kecuali mengerti hal tersebut dan juga menaati peraturan setelah berpikir panjang dan mencari pemahaman untuk memperbaiki yang tidak masuk akal.
3. Otonomi
    Tidak mudah dimanipulasi dan berpikir dengan pikiran sendiri, dibandingkan oleh arah aggota grupnya.
4. Kreatif
    Menciptakan ide-ide yang orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran-pemikiran dan konsep.
5. Adil
    Tidak bias atau tidak berpihak pada apapun.
6. Dapat Dipercaya dan Dilakukan
    Memutuskan tindakan yang akan dilakukan, membuat observasi yang dapat dipercaya, menegakkan kesimpulan secara tepat, mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.



Pemikir kritis di psikologi akan mempraktekkan keterampilan kognitif dalam analisa, aplikasi standar, diskriminasi, pencarian informasi, pembuatan alasan logis, prediksi, dan transformasi pengetahuan.

Ada 5 model berpikir kritis:
T = Total Recall
H = Habits
I = Inquiry
N = New Ideas and Creativity
K = Knowing How You Think

Total Recall (Pemanggilan Total)
Total recall ialah mengingat fakta suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana kita menemukannya ketika dibutuhkan. Setiap orang mempunyai cluster masing-masing berbeda, total recall seseorang tergantung pada memori/ingatannya.

Habits (Kebiasaan)
Pendekatan yang berpikir secara berulang-ulang dengan sering, sesuatu yang dilakukan tanpa berpikir. Seperti seseorang melakukan sesuatu tanpa harus mencari metode baru. Habits lain dimana pola berpikir tidak jelas ialah gerakan hati yang dulu dilihat sesuatu yang tidak scientific tetapi sekrang sangat diperhatikan.

Inquiry (Pencarian Informasi)
Memeriksa isu-isu secara mendalam dengan menanyakan hal-hal yang terlihat nyata, termasuk emnggali dan menanyakan segala sesuatu khususmya asumsi seseorang terhadap situasi tertentu. Cara berpikir primer yang dilakukan untuk menegakkan suatu kesimpulan.

New Ideas and Creativity (Ide-Ide Baru dan Kreatifitas)
Model ini membuat seseorang berpikir melebihi sumber, mencoba menjadi yang berbeda dari sekelompok orang-orang, berpikir melewati batas dan mencoba hal baru serta berbeda.

Knowing How You Think (Mengetahui Apa Yang Anda Pikirkan)
Berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir. Metacognition ialah berada diantara proses mengetahui dan tahu bagaimana kita berpikir.

(Sumber: ppt dosen kbk filsafat pertemuan ke-4)


Sekian penjelasan mengenai berpikir kritis, semoga ilmu yang saya coba bagi hari ini dapat bermanfaat bagi kita. Mari kita berpikir kritis untuk membangun Indonesia yang lebih maju. 


Pertemuan IV (sesi 3) - Konfirmasi, Inferensi, Konstruksi

Sekarang ini adalah materi dari pertemuan ke-4 ....

Materi ini mengenai konfirmasi, inferensi dan konstruksi. Mari kita bahas bersama mengenai materi hari ini..
Pertama-tama saya akan menjelaskan mengenai konfirmasi..



Konfirmasi
Secara etimologi konfirmasi artinya adalah pengasan, memperkuat.

Ada 2 aspek konfirmasi :
1. Kuantitatif
2. Kualitatif

-Kuantitatif itu untuk memastikan kebenaran, ilmu pengetahuan mengemukakan konfirmasi.
Misalnya dengan membuat penelitian dengan mengumpulkan sebanyak mungkin sampel, yang akhirnya membuat suatu kesimpulan yang bersifat umum (generalisasi)

-Kualitatif itu untuk menunjukkan kebenaran. Disebabkan karena metode kuantitatif tidak bisa di laksanakan sehingga menggunakan metode kualitatif.
Misalnya penelitian menggunakan metode wawancara.

Konfirmasi berupaya mencari hubungan yang normatif antara hipotesis yang sudah di ambil dengan fakta-fakta. Misalkan hipotesisnya besi dipanaskan akan memuai lalu hasilnya benar maka hiptesis meneguhkan (konfirmasi) ilmu pengetahuan tentang besi.

Ada 3 jenis Konifrmasi :
1. Decision Theory : Kepastian berdasarkan hubungan
2. Estimation Theory : Menetapkan kepastian dengan memberi peluang-peluang benar-salah melalui konsep probabilitas.
3. Reliability Theory : Mentepakan kepastian dengan mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah-ubah terhadap hipotesis.


Inferensi
Arti dari inferensi adalah penyimpulan. Sedangkan penyimpulan diartikan sebagai proses membuat kesimpulan (conclusion). Dengan demikian, inferensi dapat didefinisikan sebagai suatu proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi (keputusan)

Penarikan konklusi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1. Inferensi Deduktif
2. Inferensi Induktif

Inferensi deduktif di bagi menjadi dua yaitu Inferensi langsung (silogisti) dan tidak langsung .

1. Inferensi langsung
adalah penarikan konklusi hanya dari sebuah premis. Dengan demikian, kesimpulan adalah pernyataan yang dihasilkan sesuai dengan premis-premis yang tersedia dan berhubngan secara logis dengan pernyataan tersebut.Konklusi di tarik tidak boleh lebih luas dari premis-premisnya.

2. Inferensi Tidak Langsung
adalah penarikan konklusi dengan menggunakan dua premis. Lalu konklusi tidaklah lebih umum dari pada premis-premisnya.

Predikat konklusi disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor. Lalu premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor sedangkan yang mengandung term minor disebut premis minor,

Hukum Inferensi
1. Kalau premis-premis benar, maka kesimpulan benar.
2. Kalau premis-premis salah, maka kemungkinan bisa salah dan juga bisa benar.
3. Bila kesimpulan salah, maka premis-premis juga salah.
4. Bila kesimpulan benar, maka premis-premis bisa benar dan juga bisa salah.



Konstruksi Teori
Definisi teori = Mode/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami/sosial tertentu.
-KBBI = keterangan suatu peristiwa.
-Miarso = "jendela" untuk mengamati gejala yang ada, dan berdasar data empiris berhasil di analisis dan disintesekan.

Dua kutup arti Teori
1. Kutub 1 = Teori sebagai hukum eksperimental. Misalkan hukum mendel tentang keturunan yang bisa diuji langsung lewat observasi.
2. Kutub 2 = Teori sebagai hukum yang berkualitas normal, seperti hukum relativitasnya Einsten.

Pengelompokan ilmu pengetahuan dalam 3 periode :
1. Animisme : Fase percaya pada mitos
2. Ilmu Empiris : tolak ukur ilmu paling sederhana adalah pengalaman , klasifikasi , penemuan hubungan-hubungan , perkiraan kebenaran.
3. Ilmu Teoritis : Gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris diterangkan dengan kerangka pemikiran.

Tiga model Konstruksi Teori
1, Model Korespondensi
Kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
2. Model Koherensi
Dipandang benar kalau sesuai dengan moral tertentu.
3. Model Paradigmatis
Konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks.

Aliran dalam Konstruksi Teori
1.Reduksionisme
Teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris, dan tidak dapat di uji langsung.
2.Intrumentalisme
Teori adalah instrumen bagi pernyataan obeservasi agar terarah dan terkonstruksi.
3.Realisme
Teori dianggap benar bila real, secara substantif ada, bukan fiktif.

Sumber : ppt dosen kbk filsafat pertemuan ke-4 

Sekian penjelasan untuk hari ini, semoga mudah dimengerti dan bermanfaat bagi kita semua...


Tugas Anotasi Jurnal - KBK Filsafat



Grecia Michellike

TUGAS ANOTASI JURNAL
   KBK FILSAFAT

Studi Kasus              :  Efektivitas Pelatihan Pengenalan Diri untuk Meningkatkan Kepercayaan Diripada Remaja Awal
Partisipan                 : Dua puluh orang remaja, dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (n=10) dan kelompok kontrol (n=10)
Metode Penelitian    : Penelitian menggunakan skala kepercayaan diri sebagai alat pengumpulan data.
                                 Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pretest post test control group design. Pengukuran dilakukan sebelum pemberian perlakuan dan setelah pemberian perlakuan kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Menganalisis berdasarkan teori konstruksi, konfirmasi dan inferensi :
1.    Konstruksi
Kepercayaan diri adalah perasaan yang berisi keyakinan akan kemampuan yang dimiliki dan yang akan menghasilkan perilaku yang diinginkan dalam situasi tertentu. Rasa percaya diri memegang peranan penting dalam membangun interaksi yang baik dengan orang lain. Pengenalan remaja terhadap diri sendiri meliputi aspek fisik, psikis, sosial dan moral. Pelathan pengenalan diri diberikan dalam lima sesi dengan total waktu 7 jam efektif yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri sebagai alat pengumpulan data. Skala kepercataan diri, digunakan untuk menjaring subjek penelitian dan mengukur kepercayaan subjek sebelum dan sesudah pemberian perlakuan.

2.    Konfirmasi
Hipotesis penelitian ini adalah kepercayaan diri dipengaruhi oleh pengenalan diri remaja. Dalam hal ini semakin remaja mampu mengenali diri maka semakin tinggi kepercayaan dirinya, sebaliknya apabila remaja kurang mampu mengenali diri maka semakin rendah kepercayaan dirinya. Berdasarkan hasil  penelitian, para peserta menjadi lebih berani dan percaya diri dalam mengambil suatu tindakan. Semakin sering berinteraksi di suatu lingkungan, semakin tinggi rasa percaya diri. Ketidakpercayaan diri dapat timbul jika orang lain atau diri sendiri tidak puas dengan hasil yang dicapai. Hipotesis dengan hasil penelitian sesuai, maka hipotesis dikatakan benar atau meneguhkan ilmu. Aspek konfirmasi yang digunakan adalah analisa kualitatif karena dilakukannya secara resmi.

3.    Inferensi
Kesimpulan dari  penelitian ini adalah pelatihan pengenalan diri efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri pada remaja awal. Pelatihan pengenalan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 29,8% terhadap peningkatan kepercayaan diri pada remaja awal.
Pada kesimpulan penelitian jurnal ini, peneliti menggunakan inferensi deduktif. Karena menggunakan metode kualitatif, maka peneliti mengungkapkan  dari teori  ke fakta-fakta yang terjadi.
Premis 1 : Remaja yang tidak melakukan pelatihan pengenalan diri maka kepercayaan dirinya akan berkurang
Premis 2 : Remaja yang melatih pengenalan diri maka kepercayaan dirinya bertambah
Kesimpulan : Remaja yang melatih kepercayaan diri akan mengalami peningkatan dalam kepercayaan dirinya sedangkan remaja yang tidak mendapat pelatihan pengenalan diri tidak mengalami perkembangan dalam kepercayaan dirinya.

Pertemuan IV (sesi 2) - Logika , Logika induktif dan deduktif



Jumat, 19 September 2014

Hai teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai LOGIKA..
Tentu kata-kata logika sudah tidak asing lagi untuk kita, namun saya akan mencoba untuk memberikan penjelasan lebih dalam lagi mengenai logika.



Apa itu logika ?

Logika dari bahasa Yunani , yaitu logikos berarti: sesuatu yg diungkapkan/diutarakan lewat bahasa. Pertama sekali digunakan istilah itu oleh Zeno dari Citium (334 – 262 seb. M).
Logika = cabang filsafat yg mempelajari, menyusun, dan membahas asas2/aturan formal serta kriteria yg sahih bagi penalaran dan penyimpulan utk mencapai kebenaran yg dpt dipertanggung jawabkan secara rasional.
Singkatnya...
Logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan untuk berpikir lurus (tepat).

Obyek Logika dibagi menjadi 2:
-          Objek material logika adalah manusia itu sendiri.
-          Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa.

Manfaat belajar logika :
  1. Membantu setiap  orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis.
  2. Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar scr abstrak.
  3. Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
  4. Menambah kecerdasan berpikir, shg bs menghindari kesesatan dan kekeliruan dlm menarik kesimpulan.

Macam-macam logika :
      Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika scr spontan. Mis. Saat kuliah seorang mhs mendapat SMS dari ibunya agar menjemput adik dr sekolah pukul 1 siang. Mhs tdk perlu bertanya mengapa hrs menjemput krn dia yakin itu perintah ibunya.
      Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari. Dipelajari berbagai aturan, hukum, asas agar diperoleh pemikiran yg benar dan bs dipertangungjawabkan secara rasional.

Logika Formal :
Logika yang berbicara tentang kebenaran bentuk ,logika formal disebut juga logika minor. Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk, bila konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut.
Misalnya:
Semua pegawai negeri adalah penerima gaji.
Semua pegawai swasta adalah penerima gaji.
Jadi, pegawai negeri adalah pegawai swasta.

Logika Material/isi :
logika yang membahas tentang kebenaran isi. logika material disebut logika mayor. Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran isi apabila pernyataan-pernyataan yang membentuk argumen tersebut sesuai dengan kenyataan.
Misalnya:
      Semua manusia memiliki kaki.
      budi memiliki kaki
      Jadi, budi adalah manusia.




Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah mempelajari deduktif dan induktif. Sekarang mari kita merefresh lagi

Logika induktif dan deduktif

Pertama saya akan menjelaskan mengenai logika induktif,
Logika/Penalaran induktif = cara kerja ilmu pengetahuan yg bertolak dr sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu utk menarik kesimpulan umum tertentu.

Induktif vs deduktif :
Persamaan penalaran induktif dg deduktif = argumentasi keduanya terdiri dr premis2 yg mendukung kesimpulan.
Perbedaan: penalaran induksi yg tepat akan punya premis2 benar tapi kesimpulan salah, krn argumentasi penalaran induktif tdk membuktikan kesimpulan benar. Premis hanya menetapkan kesimpulan berisi suatu kemungkinan.

Cara penalaran induktif :
Proses induksi mulai berdasar kejadian2, gejala partikular. Penal induksi = proses penalaran berdasarkan pengertian partikular/premis utk hasilkan pengertian umum/kesimpulan.
Tiga ciri penalaran induktif:
1) Premis penal induktif =proposisi empiris yg ditangkap indera,
 2) Kesimpulan dlm penalaran induksi lebih luas drpd apa yang dinyatakan dlm premis.
 3) Meski kesimpulan tak mengikat, tapi manusia menerimanya. Jadi konklusi induksi punya kredibilitas rasional=probabilitas.

Generalisasi induktif :
Proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dg sifat tertentu utk menarik kesimpulan ttg semua. Prinsipnya Apa yg terjadi beberapa kali dlm kondisi tertentu dpt diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yg sama terpenuhi.
Tiga syarat membuat generalisasi:
1) Tdk terbatas scr numerik, tdk boleh terikat pd jumlah tertentu,
2) Tdk terbatas scr spasio temporal, hrs berlaku dimana saja,
3) Dpt dijadikan dasar pengandaian.

Analogi induktif :
Singkatnya analogi induktif adalah proses penalaran utk menarik kesimpulan ttg kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yg lain yg punya sifat esensial yg sama.
Jadi analogi induktif menarik kesimpulan atas dasar persamaan. Beda dg generalisasi induktif, dimana konklusinya berupa proposisi  universal.

Deduktif
Desuksi sebaliknya juga merupakan suatu proses tertentu dalam proses itu akal budi kita menyimpulkan pengetahuan yang lebih ‘khusus’ dari pengetahuan yang lebih ‘ umum’ . yang lebih khusus itu sudah termuat secara implisit dalam pengetahuan yang lebih umum. Induksi dan deduksi selalu berdampingan, keduanya selalu bersama-sama dan saling memuat.

Faktor probabilitas :
Kebenaran konklusi dlm logika induktif, baik dlm analogi maupun generalisasi bersifat TIDAK PASTI, krn hanya bersifat mungkin (probabel). Probabilitas = keadaan pengetahuan antara kepastian dan kemungkinan.
Tinggi rendahnya probabilitas konklusi induktif dipengaruhi oleh 
(1) faktor fakta: ‘makin besar jumlah fakta yg dijadikan dasar penalaran induktif, akan makin tinggi probabilitas konklusi dan sebaliknya’.
(2) faktor analogi: ‘semakin besar jumlah faktor analogi dlm premis, makin rendah probabilitas konklusinya, dan sebaliknya.’
(3) faktor disanalogi: ‘makin besar faktor disanalogi di dlm premis, akan makin tinggi probabilitas konklusinya, dan sebaliknya’.
(4) faktor luas konklusi: ‘semakin luas konklusi, semakin rendah probabilitasnya, dan sebaliknya’.

Kesesatan analogi :
Tergesagesa: cepat menarik kesimpulan dari beberapa fakta.
Faktor ceroboh:  cepat tarik kesimpulan tanpa memperhatikan soal kondisi lingkungan, mis. Semua wanita Jawa itu lembut.
Prasangka: memberi penilaian tanpa melihat fakta lain yg tdk cocok, mis. Semua org Batak bicara keras dan tak sabaran.
Utk menghindarinya: membangun sikap kritis, terbuka pd koreksi dan kritik dr org lain.

Hubungan sebab-akibat :
Prinsip umum: suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu. Terkandung makna bhw yg satu (sebab) mendahului yang lain (akibat). Tp tdk semua yg mendahului sesuatu menjadi sebab bagi yang lain.
Hub sebab akibat = hubungan yg intrinsik, artinya hub sedemikan rupa shg kalau yg satu ada/tdk ada, maka yang lain juga pasti ada/tdk ada.
Tiga pola hub sebab akibat:
1) dari sebab ke akibat,
2) dari akibat ke sebab, dan
3) dari akibat ke akibat.

Manfaat logika induktif: MEMBERIKAN PEMBENARAN ATAS KECENDERUNGAN manusia yg bersandar 
pd kebiasaan.
  

Sumber : ppt dosen kbk filsafat pertemuan ke-4 

 
Jangan pernah berhenti untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Kejarlah dan capailah setinggi-tingginya..